Era Digital dan Identitas Budaya Lokal : ICI Angkat Tantangan dan Peluang
Sabtu 22 November 2024 - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Paciran sukses menyelenggarakan kegiatan diskusi IPM Cerita Ini itu (ICI), kegiatan diskusi ini bertempat di Jati Kopi dan dihadiri oleh puluhan perwakilan peserta dari ranting ranting IPM yang ada di kecamatan Paciran.
![]() |
| Foto bersama Narasumber |
Dengan mengusung tema “Eksistensi dan Adaptasi Budaya Lokal di Tengah Era Digital: Menjaga Tradisi dalam Teknologi Modern”, diskusi ini membahas pentingnya menjaga relevansi budaya lokal di tengah arus digitalisasi yang semakin pesat. Tema tersebut menggugah kesadaran generasi muda untuk tetap menghargai tradisi tanpa mengabaikan kemajuan teknologi.
Sebagai narasumber utama, M. Daud Al Kautsar Edy Putra, anggota PD IPM Lamongan bidang seni dan budaya, menekankan perlunya harmoni antara budaya dan teknologi. “Teknologi bisa mempercepat perkembangan budaya di zaman sekarang, tetapi jangan sampai nilai-nilai utama dari budaya tersebut hilang,” ujar Ipmawan Al Kautsar dalam diskusinya.
Ia juga menambahkan bahwa “kita harus bisa mempertahankan nilai-nilai luhur, jangan sampai termodifikasi dan terkombinasi dengan kebudayaan luar, sehingga menghilangkan esensi utama budaya kita”. Pernyataan ini menjadi penekanan penting akan tantangan mempertahankan identitas budaya di era globalisasi.
![]() |
| Suasana diskusi ICI |
Dengan adanya kegiatan ICI ini di harapkan menjadi awal bagi generasi muda agar budaya lokal tetap menjadi inti dari setiap inovasi yang dilakukan. Teknologi tidak menghilangkan nilai-nilai tradisi, melainkan memperkuatnya sehingga bisa bertahan di era globalisasi. Selain itu teknologi modern diharapkan dapat berjalan berdampingan dengan tradisi, menciptakan peluang baru untuk melestarikan identitas budaya di tengah globalisasi.


Komentar
Posting Komentar